Kebanyakan
pemimpin yang menjadi presiden seumur hidup tidak berhasil menjabat
hingga akhir hayatnya. Kebanyakan telah dijatuhkan sebelum kematian
mereka.
1. Soekarno
Soekarnoadalah Presiden Indonesia pertama
yang menjabat pada periode 1945–1966. Ia memainkan peranan penting
untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia
adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta)
yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno adalah yang
pertama kali mencetuskan konsep mengenai Pancasila sebagai dasar
negara Indonesia dan ia sendiri yang menamainya.
Soekarno
menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang
kontroversial, yang isinya—berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas
Besar Angkatan Darat—menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk
mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi
kepresidenan.Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk
membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti
anggota-anggotanya yang duduk di parlemen.Setelah pertanggungjawabannya
ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang
umum ke empat tahun 1967, Soekarno diberhentikan dari jabatannya
sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS pada tahun yang sama dan
Soeharto menggantikannya sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.
2. Jean-bedel Bokassa
Jean-bedel
Bokassa juga dikenal sebagai Bokassa I dari Afrika Tengah dan Salah
Eddine Ahmed Bokassa, seorang perwira militer, adalah kepala
negara dari Republik Afrika Tengah dan negara penggantinya, Kekaisaran
Afrika Tengah, dari kudeta nya pada 1 Januari 1966 hingga 20
September 1979. Periode ini, ia menjabat hampir sebelas tahun (1
Januari 1966 - 4 Desember 1976) sebagai presiden (presiden seumur
hidup di 1972-1976), ia memerintah sebagai Kaisar. Meskipun Bokassa
secara resmi dinobatkan pada bulan Desember 1977, gelar kekaisaran nya
tidak mencapai pengakuan diplomatik di seluruh dunia.
Setelah
itu pada tahun 1976 ia digulingkan dan Afrika Tengah dikembalikan ke
nama mantan dan status sebagai Republik Afrika Tengah, dan mantankaisar Bokassa pergi
ke pengasingan. Ia kembali ke Afrika Tengah pada tahun 1986, diadili
atas tuduhan pengkhianatan dan pembunuhan dan dihukum karena kejahatan
ini pada tahun 1987, dan dipenjarakan pada tahun 1987 - 1993. Bokassa
tinggal dalam kehidupan pribadi di ibukota,Bangui, sampai kematiannya
pada bulan November 1996.
3. Idi Amin
Jenderal Idi
Amin Dada Oumee, yang juga dikenal dengan nama Idi Amin, adalah
pemimpin diktator militer di Uganda yang memerintah pada 25
Januari 1971- 13 April 1979. Begitu Idi Amin berkuasa, Uganda menjadi
negara yang sangat terkenal di dunia internasional. Pada
bulan Agustus 1972, semua orang Asia berkewarganegaraan Inggris (60.000
jiwa) diberi waktu sembilan puluh hari untuk angkat kaki dari Uganda.
Akibat keputusan ini, timbul krisis ekonomi parah di Uganda.
Pemerintahan Uganda sedemikian kacaunya sehingga Komisi Hukum
Internasional PBB melapor kepada sekjen PBB saat itu, Kurt
Waldheim pada tanggal 7 Juni 1974, yang isinya: “Uganda adalah negeri
tanpa hukum”.
Pada
bulan April 1979, Idi Amin berhasil digulingkan oleh tentara
nasionalis Uganda yang dibantu Tanzania. Sebelumnya Idi Amin dengan
bantuan Libya mencoba menyerang Kagera, provinsi utara Tanzania. Idi
Amin akhirnya terbang mengungsi ke Libya yang kemudian meminta suaka
ke Jeddah, Arab Saudi serta menetap di sana.
4. Francisco Macías Nguema
Masie
Nguema Biyogo Negue Ndong (sebelumnya Francisco Macías Nguema) adalah
Presiden pertama Guinea Equatorial (Republik Guinea Khatulistiwa), dari
tahun 1968 sampai penggulingan nya pada tahun 1979.
Pada
tanggal 7 Mei 1971, Macías Nguema mengeluarkan Dekrit 415, yang
memberikannya “semua kekuasaan langsung Pemerintah dan Lembaga”,
termasuk kekuasaan yang sebelumnya dipegang oleh cabang-cabang
legislatif dan yudikatif, serta kabinet menteri. Tak lama dia juga
didaulat sebagai Presiden Seumur Hidup. Dalam sebuah jajak pendapat
yang diadakan pada tanggal 29 Juli 1973, UUD 1968 diganti dengan
dokumen baru yang memberi Macías Nguema kekuasaan mutlak dan secara
resmi membuat partainya satu-satunya diizinkan secara hukum.
Macías
Nguema dianggap sebagai salah satu pemimpin yang paling kleptokratis,
korup dan diktator pasca-kolonial sejarah Afrika. Dia bertanggung jawab
atas kematian 50.000 sampai 80.000 orang. Keputusan Mahkamah Militer
akhirnya menetapkan Macías Nguema dan enam terdakwa lainnya dijatuhi
hukuman mati dan dieksekusi oleh regu tembak di Penjara Maroko Black
Beach.
5. Habib Burquibah
Habib
Burquibah ialah Presiden Tunisia dari 25 Juli1957 hingga 7
November 1987. Ia sering disamakan dengan pemimpin Turki Kemal
Atatürk sebab reformasi pro-Barat yang dilakukan selama pemerintahannya.
Bourguiba diangkat sebagai presiden pada 1957 setelah tergulingnya Bey
Muhammad al-Amin, Raja Tunisia. Melihat pada paham moderat, ia
memperjuangkan sekularisme dan hak wanita.
Ia
terpilih sebagai Presiden Seumur Hidup oleh parlemen Tunisia
pada 1975. Program liberalisasi dimulai pada 1981 menyusul berhentinya
PM konservatif Hédi Nouira. Kepresidenannya berakhir saat usia lanjut
serta keadaan uzur sehingga PM Zainal Abidin bin Ali melancarkan kudeta
melawan pemerintahannya. Bourguiba kemudian dikenakan tahanan rumah di
Monastir hingga kematiannya.sumber


Post a Comment
Note: only a member of this blog may post a comment.